Penyebab Kelainan tentang memori
1.
Alzheimer, Penyakit yang Menyerang Memori Otak
Kelupaan dan kebingunan yang terjadi adalah gejala
kecil dari penyakit Alzheimer. Penyakit ini menyerang memori otak dan akan
memengaruhi mental dalam kehidupan sehari-hari.
Seperti yang dilansir dari Mayoclinic, Kamis
(3/7/2014), pengobatan Alzheimer dapat dilakuan dengan mengonsumsi obat
bersamaan dengan proses komunikasi dan kegiatan sehari-hari yang tidak memeras
kinerja otak.
Deskripsi
Alzheimer adalah penyakit yang dapat menyerang
memori dan fungsi mental penting lainnya. Biasanya penyebab penyakit ini dikarenakan
demensia, sekelompok gangguan otak yang mengakibatkan hilangnya kemampuan
intelektual dan sosial. Perubahan yang terjadi pada pengidap Alzheimer cukup
berat dan mengganggu kehidupan sehari-hari.
Akan terjadi penurunan memori dan mental pada
pengidap Alzheimer dikarenakan sel-sel otak yang menurun dan mati.
Gejala
Awalnya, meningkatnya kelupaan atau kebingungan
ringan yang merupakan salah satu gejala Alzheimer yang perlu diperhatikan.
Tapi, seiring dengan berjalannya waktu, penyakit ini akan merampas memori otak
Anda.
Penderita Alzheimer akan menjadi orang pertama yang
menyadari kalau ia mengalami kesulitan mengingat hal-hal yang biasa, serta
kesulitan mengingat hal yang baru saja terjadi. Penderita Alzheimer tidak akan
menyadari adanya perubahan yang terlihat pada sekitarnya.
Gejala yang ditimbulkan oleh pengidap Alzheimer adalah:
1. Mengulangi pertanyaan berulang-ulang bahkan
tidak menyadari kalau sudah mengajukan pertanyaan sebelumnya
2. Lupa percakapan, janji atau kejadian
3. Sering menempatkan benda-benda di tempat yang
tidak logis
4. Lupa nama-nama anggota keluarga dan benda yang
biasa digunakan sehari-hari
5. Kesulitan menemukan kata yang tepat untuk
mengidentifikasi objek
6. Kesulitan mengambil bagian dalam sebuah
percakapan
7. Depresi
8. Kegelisahan
9. Penarikan diri dari kehidupan sosial
10.Mudah marah
Penyebab
Menurut para ilmuan, penyakit Alzheimer merupakan
hasil dari kombinasi faktor genetik, gaya hidup dan lingkungan yang dapat
memengaruhi otak secara perlahan.
Penyebab dari Alzheimer belum sepenuhnya diketahui
tapi efeknya jelas akan berpengaruh pada otak yang akan membunuh sel-sel otak.
Otak yang terkena Alzheimer memiliki sel lebih sedikit dan banyak berhubungan
di antara sel-sel hidup dari pada otak yang sehat.
Alzheimer juga menyebabkan penyusutan otak yang
signifikan dan akan menemukan dua jenis kelainan saat dokter melihat dengan
menggunakan mikroskop.
Kedua jenis kelainan tersebut yaitu:
1. Plaques
Kelompok dari protein ini dibentuk juga sebagai
beta-amyloid yang dapat merusak dan menghancurkan sel-sel otak dalam beberapa
cara. Termasuk mengganggu komunikasi sel-sel. Walaupun penyebab utama kematian
Alzheimer belum diketahui, kumpulan dari beta-amyloid pada bagian luar sel-sel
otak adalah penyebab utama.
2. Tangles
Sel-sel otak tergantung pada dukungan transportasi
sistem internal untuk membawa nutrisi dan bahan penting lainnya. Sistem ini
membutuhkan struktur normal dan fungsi protein yang disebut tau.
Pengobatan
Pengobatan Alzheimer saat ini hanya dapat membantu
sementara waktu untuk dengan gejala memori dan perubahan kognitif lainnya.
Terdapat dua jenis obat yang digunakan, yaitu:
1. Cholinesterase Inhibitor
Obat ini bekerja dengan meningatkan kadar zat kimia
yang berhubungan dengan sel-sel di otak. Cholinesterase Inhibitor umumnya diresepkan
termasuk dengan donepezil (Aricept), galantamine (Razadyne), dan rivastigmine
(Excelon). Efek samping dari obat ini adalah diare, mual dan gangguan tidur.
2. Memantine
Obat yang biasa disebut dengan namenda ini bekerja
di jaringan komunikasi sel otak dan akan memperlambat perkembangan gejala
dengan penyakit sedang sampai berat. Obat ini terkadang digunakan dalam
kombinasi dengan Cholinesterase Inhibitor.
Selain mengonsumsi obat, pengobatan Alzheimer harus
didukung juga dengan cara menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung untuk
pengidap Alzheimer. Seperti dengan memperkuat kegiatan dan kebiasaan rutin dan
meminimalikan sesuatu yang menuntut memorinya bekerja keras.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar